Rabu, 09 Maret 2011

Investasi Emas, 2011




Per Maret 2011 kemarin, harga emas sudah naik ke Rp 415,000 per gram. Menurut kabar, mencari emas batangan dengan ukuran dibawah 100gr juga cukup susah.

Artinya, makin banyak orang mencari emas untuk investasi.Sedari dulu, emas atau logam mulia dipercaya sebagai media investasi yang tahan banting alias awet dan tahan terhadap inflasi. Banyak orang menggemari emas karena selain sebagai koleksi, juga merupakan investasi yang bentuknya riil - tidak seperti saham, obligasi atau reksadana.

Bicara soal harga emas, tentu saja harganya semakin lama semakin tinggi. Selain harga emas mengikuti inflasi dan sebagai basis untuk peredaran mata uang, emas juga merupakan logam yang semakin langka karena bukan benda organik.
Bagi pemeluk agama Islam, emas sendiri juga merupakan benda investasi yang sudah dikenal dan dianjurkan, dalam ukuran tertentu yang disebut Dinar Emas.


Sedikit tips, seperti telah diketahui bahwa investor sebaiknya tidak membeli emas putih karena harga jualnya lebih rendah daripada emas kuning. Satu lagi, untuk investasi lebih baik beli emas batangan daripada beli emas dalam bentuk perhiasan. Kenapa? Karena dalam bentuk perhiasan, akan terkena ongkos dan sering harganya lebih murah.

Emas juga sering dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk, juga dalam standard karat yang berbeda. Saya anjurkan bagi investor untuk membeli emas batangan atau logam mulia yang diproduksi oleh Antam. Dapat diperoleh di Antam langsung http://www.logammulia.com/ atau di toko perhiasan yang terkemuka. Minta juga sertifikatnya apabila membeli emas Antam.


Bila anda membutuhkan uang, Pegadaian sekarang ini juga menerima emas sebagai jaminan. Bahkan bila anda sering browsing dan membaca artikel, banyak juga yang menerapkan teknik berkebun emas, yakni dengan cara mengagunkan emas di pegadaian untuk membeli emas lagi dengan cara mencicil.

Kembali kepada pilihan anda, memang emas merupakan salah satu alat investasi terbaik dan menjadi alat lindung nilai yang cukup likuid ketimbang properti.

0 komentar: